Dunia kepenulisan memang keren. Tua muda, bahkan anak-anak tanpa ragu menekuni bidang ini. Tidak ada kata terlambat bagi si senja dan tidak ada kesan terlalu dini bagi anak kemarin sore, yang ingin menggelutinya.
![]() |
| Sumber foto : Google |
Dari jaman konvensional hingga jaman teknologi seperti sekarang, dunia kepenulisan selalu menemukan caranya untuk menggeliat. Ada banyak peluang kebaikan yang bisa disebar, maupun diserap dari kegiatan ini. Namun sebelum melangkah maju, ada baiknya para penulis pemula mengetahui kesalahan-kesalahan yang sering terjadi, saat mulai menulis. Kira-kira apa saja ya? Yuk simak cuap-cuap di bawah ini.
1. Penulisan judul yang salah
Dalam menuliskan judul, kita perlu memperhatikan setiap kata yang akan ditulis. Umumnya, setiap awal kata dalam judul, selalu ditulis dengan huruf besar.
Contoh : Ibu Laela Kampungan
Namun penulisan akan berbeda bila di judul tersebut, terselip kata sambung (di, ke, dari, pada, kepada, yang, untuk) biasanya, kata sambung ini menggunakan huruf kecil.
Contoh : Surga yang Tak Kuharapkan.
Jika ada kata sambung, yang disambung dengan kata berikutnya, judul tetap menggunakan awalan huruf besar (misalnya : Diperhatikan, Diakui)
2. Opening yang terlalu panjang
Sebaiknya opening dibuat singkat, padat, jelas dan deskriptif. Hindari opening panjang dan bertele karena akan membuat pembaca langsung loncat ke inti, dan yang paling ekstrim pembaca tidak jadi membaca karya kamu. Jadi sebaiknya, gunakan opening maksimal 2 paragraf saja. Jika paragraf tersebut isinya pendek-pendek, menggunakan 3 paragraf pun masih diperkenankan.
3. Penulisan judul maupun sub judul menggunakan tanda titik
Judul dan sub judul sebaiknya tidak diakhiri dengan tanda titik. Hanya kalimat dalam paragraf saja yang diakhiri dengan tanda titik.
4. Memakai tanda titik-titik sebagai penghubung kata
Kebiasaan menulis pesan singkat ataupun status di media sosial, menimbulkan kecenderungan untuk membawa kebiasaan ini, saat menulis formal. Sebaiknya gunakan kaidah yang sesuai kebutuhan ya.
Contoh: Ibu bilang.... Kamu harus pulang sekarang.
Sebaiknya: Ibu bilang, kamu harus pulang sekarang.
5. Penempatan tanda koma yang tidak tepat
Pemakaian koma yang tidak tepat akan membuat pembaca menjadi salah persepsi. Maka dari itu, sangat dianjurkan untuk royal dalam menggunakan tanda koma. Sebaiknya terus baca ulang untuk meminimalisir kesalahan ini. Bila perlu dengan bersuara, agar memahami letak kesalahan kita.
6.Kalimat yang terlalu panjang
Coba baca dalam satu napas. Kalau ngos-ngosan atau seperti kereta berjalan, artinya harus dipenggal menjadi beberapa kalimat.
7. Menulis kata sebutan menggunakan huruf kecil
kata sebutan seharusnya menggunakan huruf besar (Misalnya : Anda, Emak, Ibu)
8. Menulis awal kalimat atau awal paragraf dengan huruf kecil
Biasanya hal seperti ini sering terabaikan. Poinnya mungkin bukan karena tidak mengerti. Tapi terlewat dan kurang teliti saat mengoreksi tulisan. So sebaiknya, gunakan selalu huruf besar saat menulis awal kalimat dan awal paragraf ya.
9. Pengulangan kata yang sama dalam satu kalimat
Hal semacam ini sering terjadi loh, yuk dilihat kembali.
Contoh : Jakarta memang surganya metropolitan karena jakarta identik dengan kehidupan yang glamour.
Sebaiknya ditulis seperti ini : Jakarta memang surganya metropolitan, karena identik dengan kehidupan yang glamour.
10. Penggunaan kata di yang tidak pada tempatnya
Penggunaan di + kata kerja sebaiknya disambung (diambil, dibawa)
Penggunaan di + kata tempat sebaiknya dipisah (di atas, di Jakarta, di dalam)
Penggunaan di + kata keterangan waktu sebaiknya dipisah (di saat)
11. Penggunaan kata ke yang kurang proporsional
Penggunaan ke + kata tempat seharusnya dipisah (ke Bandung, ke arah)
Penggunaan ke + kata yang mengikutinya sebaiknya disambung (keadaan, kepada, ketika)
12. Penggunaan unsur gabungan yang tidak pas
Sebuah unsur yang digabung dengan kata dasar sebaiknya digabung.
Contoh : Carutmarut, supersibuk, Mahakasih, olahraga.
Jika unsur tersebut diikuti kata imbuhan atau bukan kata dasar, maka penulisannya sebaiknya dipisah.
Contoh : Maha pengasih, Maha penyayang
13. Penempatan kata gabungan yang tidak tepat
Kata yang memakai imbuhan dan akhiran sebaiknya disambung.
Contoh : Mempertanggungjawabkan, ketidakseimbangan, pertanggungjawaban, menindaklanjuti, dimejahijaukan.
Selanjutnya, penempatan kata yang memakai awalan atau akhiran saja, sebaiknya dipisah.
Bertanggung jawab, berterima kasih, ataupun kunci jawaban
14. Penggunaan kata "pun" yang tidak sesuai
Penggunaan kata pun dalam kalimat sebaiknya dipisah.
Contoh : Saya pun, siapa pun, yang sukar pun.
Jika kata “pun” digunakan pada kata padu sebaiknya digabung.
Contoh : bagaimanapun, walaupun, meskipun, kalaupun, adapun, kendatipun, sungguhpun, sekalipun, andaipun, biarpun, ataupun, maupun.
15. Bahasa asing yang penulisannya flat
Bahasa asing sebaiknya di tulis menggunakan jenis italic atau huruf miring ya!
16. Penggunaan bahasa yang tidak baku
Menulis secara profesional tentu berbeda dengan menulis status ataupun pesan.
Contoh : Biarin, sebaiknya ditulis membiarkan. Ngucapin sebaiknya ditulis mengucapkan.
17. Penggunaan angka yang salah tempat
Awal judul boleh pakai angka ya, awal kalimat sebaiknya tidak.
Contoh angka dalam kalimat : “4 pemuda di jalan Sultan Hasanudin tewas mengenaskan.”
Sebaiknya ditulis seperti ini : Empat pemuda di jalan Sultan Hasanudin tewas mengenaskan.
18. Penggunaan garis miring
Kadangkala kita senang dengan yang simple-simple ya, jadilah garis miring digunakan untuk mengganti kata “atau.” Sebaiknya hindari hal ini gaes!
19. Menulis pakai singkatan
Penulis pemula sering terbawa kebiasaannya menulis bebas, sehingga saat menulis profesional pun tetap menggunakan kata yang disingkat.
Dsb, sebaiknya ditulis dan sebagainya ya.
Dll, sebaiknya ditulis dan lain-lain
20. Typo
Typo termasuk jenis masalah yang sangat umum. Dimana sebenarnya, penulis pemula paham atas kesalahan ini, namun tetap melakukan kesalahan lagi. Kuncinya cek dengan teliti saat editting ya.
21. Menulis kata “dan” setelah titik
Kata dan setelah titik tidak diperbolehkan. Sebaiknya gunakan tanda koma sebelumnya. Atau bisa juga cari solusi lain dengan merubah kalimatnya.
Contoh yang membingungkan :
Ayah sangat marah, Leila pun tersungkur lebay. Dan dikejauhan Anggi terlihat bingung.
Sebaiknya gunakan kalimat ini :
Ayah terlihat sangat marah, dan Leila pun tersungkur lebay. Di kejauhan, Anggi terlihat bingung.
22. Penggunaan kata si dan sang yang disambung
Seringkali para newbie terjebak dengan kata sederhana ini. Bukan sikecil ya, tapi si kecil. Bukan pula sangkancil, tetapi sang kancil.
23. Penggunaan kata lah dan kah yang membingungkan
Kata lah sebaiknya disambung. Contoh : Apalah artinya diriku bagimu
Kata kah sebaiknya dipisah, contoh : Rumahmu kah yang bercat hitam itu?
Kata kah sebaiknya dipisah, contoh : Rumahmu kah yang bercat hitam itu?
24. Penulisan dalam tanda kutip yang kurang sesuai
Ada hal yang perlu diperhatikan saat kita akan menulis kata atau kalimat di dalam tanda kutip. Awal kalimat dalam tanda kutip selalu diawali dengan huruf besar.
Jika ingin memberi tanda titik atau koma, sebaiknya ditulis sebelum di tanda kutip awal dan akhir.
Contoh : Ibu Irma berpikir, "Ah dia terlihat culun menggunakan syal itu."
25. Tidak menggunakan kalimat aktif dan efektif
Ada hal yang perlu diperhatikan saat kita akan menulis kata atau kalimat di dalam tanda kutip. Awal kalimat dalam tanda kutip selalu diawali dengan huruf besar.
Jika ingin memberi tanda titik atau koma, sebaiknya ditulis sebelum di tanda kutip awal dan akhir.
Contoh : Ibu Irma berpikir, "Ah dia terlihat culun menggunakan syal itu."
25. Tidak menggunakan kalimat aktif dan efektif
Menggunakan kalimat aktif dan efektif, akan membuat isi bacaan secara keseluruhan, menjadi lebih hidup dan lebih mudah dimengerti. Jadi, pembaca dapat memahami apa yang ingin disampaikan, lewat tulisan tersebut. Nah kaidah penulisannya sendiri sebenarnya pakai feeling.
Contoh kalimat yang kurang efektif :
Dora makan pisang untuk mengenyangkan perutnya yang lapar, Ia makan dengan sangat lahap.
Kalimat ini bisa diubah menjadi kalimat efektif, seperti :
Dora memakan pisangnya dengan lahap, karena Ia sedang lapar.
Wah, Setelah membaca serangkaian penuturan di atas, ternyata ada banyak kesalahan yang luput dari penglihatan ya gaes. Tapi no worried ya, mau jadi penulis yang berkualitas memang harus banyak berlatih. Percayalah, apa yang kamu usahakan dengan maksimal, pasti akan menghasilkan sesuatu yang optimal. Cayooo, keep writing and salam semangat gaes!






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Hai, terima kasih atas kunjungannya. Tinggalkan jejak ya :)