Dunia kita ini luar biasa, banyak anugrah yang bisa disyukuri ketika mampu melihat lebih jernih. Kadang pandangan bisa kabur kalau hanya melihat sampul kehidupan, tanpa menelisik lebih dalam, kita berekspektasi menurut persepsi sepihak. Padahal perlu kesesuaian energi satu sama lain, toh setiap jiwa punya perjalanan dan PR nya sendiri.
Berkutat pada satu sudut pandang hanya akan membuat kita menjadi sosok individual yang menyebalkan. Lupa kalau kita ini satu sama terhubung. Padahal bagaimana struggle nya kita, maka orang-orang selain kita pun memiliki permasalahannya sendiri. pergulatan batin, kesenjangan ketenangan dan gap antara kebaikan yang harus didekatkan ke nurani, dengan fakta keterhubungan yang menguras energi. Melelahkan bukan?
Mmmmm.. Tergantung!
Apakah ketika kita mengeluh karena merasa sedang dalam kesulitan, maka orang yang terlihat senang sudah pasti bahagia? Sudah pasti ga punya masalah hidup?
Dengar ini ... tidak ada gunanya kamu mengeluh! Apa kau pikir, kau bisa mengandalkan pihak lain selain dirimu? Pada satu fase kau akan mengerti, bahwa tidak ada yang lebih indah di dunia ini selain mampu melepaskan jubah dan topengmu.
Jangan bicara silaturahmi ketika hanya datang saat perlu saja. Silaturahmi itu jalinan kebersamaan. Bukan semata kepentinganmu saja, tapi juga kebutuhan orang lain. Kebutuhan untuk diperlakukan sebagai bagian, bukan tumpahan. Kebutuhan untuk dirangkul bukan hantaman.
Pahami peranmu sobat! Bukan tempatku merangkul orang yang ga sadar perannya, bukan wilayahku untuk menopang orang yang bahkan menolong dirinya saja tidak mau. Energiku tak sekuat itu.
Hey! Tampaknya aku sedang marah?!
Tidak! Ini hanyalah pelepasan yang dikemas menjadi petuah. Karena keluhan itu racun! Hanya kita yang mampu menolong diri kita sendiri, setelah kuat, kita bisa menerangi sekitar. Jika kamu tetap berada di ruang gelap, sinar kehidupan tidak akan terangkul. Area suram pun hanya memberi sinyal kebingungan, hingga semesta pun merasa begutu ambigu ketika menangkap pesanmu.
Jangan lemah! Terlebih kalau kamu laki-laki dan usia tak lagi ringan. Jangan marah kalau tidak ada yang mengerti kamu. Jangan kesal ketika orang lain tidak mau membantu (siapa tau bukan tidak mau, tapi tidak mampu atau tidak paham)
Karena diri kita ini tanggung jawab kita. Kalau kamu tetap berada di jurang kesulitan dan tidak ada yang menolong ya jangan marah. Hak orang lain untuk menentukan sikap terbaik di hidupnya!
Jadi bagaimana?
Marah lah sama diri sendiri! Kenapa kamu ga keluar dari jeruji pikiran? Memangnya kondisi kita karena keadaan eksternal? Bisa sih,tapi prosentasenya paling 20℅. Selebihnya tergantung kita, bagaimana pola pikir, perasaan dan cara hidup.
Hey, hidup ini keras! Jangan Aleman!




