Coreta Rasa! Blog yang berceloteh tentang opini pribadi, bukan pandangan umum. Bebas, lepas, tanpa tujuan.

Lambat

Lihatlah, mereka terus bergerak, melakukan perubahan di lima dimensi secara kompak. Mereka terasah dan pengetahuannya semakin tinggi, sedang aku masih sibuk melawan black*** dan shadow.


Aku asing, dan merasa aneh dengan semuanya. Menampik jalan baruku setelah awaken. Aku berteriak dan menangis, "ini bukan aku!"


Ya, fisik yang selalu berdampingan dengan ego akan menolak kejanggalan ini. Tentu saja tubuhku ingin segala hal yang terlihat keren, mewah, indah, supaya sekitar berdecak kagum.


Tapi jiwa berkata lain, ia ingin bertumbuh dan bergerak bebas. Ingin PR ku di kehidupan sekarang tuntas, agar tidak kembali reinkarnasi dengan siklus yang sama.


Bumi tersayang ini sekolah kehidupan. Peranku di sini untuk menuntaskan yang belum selesai. Mendapat limpahan karma baik sekaligus membayar karma. Jika nanti aku sudah berada di tempatku, berarti aku sedang membayar karma, bukan karena hebatku.


Kita balik lagi ke atas ceritanya..


Aku sempat mempertanyakan dengan keras, mengapa "manusia-manusia itu" segitu kejamnya? begitu jahat dan diluar nalar. Ada apa denganku? Aku tak mengusik mereka? Dan jawaban yang kuterima adalah karma.


Karma dari mana? Dari kehidupan saat ini kah, mungkin saat kukecil nan unyu-unyu? Atau ini karma dari kehidupan lalu? Karma leluhur yang belum selesai sesuai catatan DNA ku? Atau karma apa?


Karma apa?


Otakukosong, bukan berada di titik nol. Aku masih dengan semua sisi gelapku. Menyendiri dan merenungi banyak hal.


Aku tak tertarik dengan manusia lain tapi nyaman dengan alam. Hingga di rumah ini hidup bersama gerombolan kupu-kupu!


... 


Hei, jangan teruskan! Dengar dulu reaksi tubuhmu. Apa tulisan ini boleh diteruskan?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hai, terima kasih atas kunjungannya. Tinggalkan jejak ya :)