Coreta Rasa! Blog yang berceloteh tentang opini pribadi, bukan pandangan umum. Bebas, lepas, tanpa tujuan.

Stres pada Ayah Ternyata Dapat Mempengaruhi Perkembangan Anak, Meskipun Dominan Pengasuhan di Tangan Ibu


Orangtua merupakan guru pertama bagi putra putrinya. Kedua belah pihak, baik Ayah atau pun Ibu memiliki perannya masing-masing. Dalam peran tersebut sesungguhnya kedua belah pihak memiliki kendalanya sendiri-sendiri. Hanya saja, Ibu yang selalu dikaitkan ke perkembangan balita karena turun tangan secara langsung. Namun sebenarnya Ayah juga memiliki peran besar terhadap tumbuh kembang anak-anaknya, lho!

Katakan saja, bagaimana caranya sang Ibu bisa optimal mengasuh buah hatinya bila memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan sang Ayah? Juga bagaimana bisa seorang Ayah bersikap bijak menyikapi kenakalan si kecil jika di otaknya penuh dengan keruwetan hidup? Bunda, yuk bantu Ayah mengurangi tekanan hidupnya. Baik itu beban karena pekerjaan, maupun karena besarnya biaya kehidupan yang harus Ia tanggung.




Bunda, ini yang harus dilakukan Ayah untuk mengatasi stresnya.

1. Cari tahu faktor pemicu terjadinya stres

Menyadari akar permasalahan akan sangat membantu. Dengan mengetahui hal ini, secara otomatis faktor pemicu terjadinya stres dapat teridentifikasi. Dengan teridentifikasinya faktor stres tentunya dapat menurunkan frekuensi keruwetan di kepala Ayah.

2. Sadari! Stres adalah suatu kewajaran

Dalam hidup ini ada kodrat-kodrat yang tidak bisa dipungkiri. Misalnya faktor stres karena peran sebagai orangtua. Menjadi orangtua bukan perkara mudah. Perlu belajar seumur hidup agar selalu ada perbaikan dari hari ke hari. Sadar kodrat bahwa stres merupakan proses alamiah kehidupan, akan membuat Ayah lebih rileks dalam menjalani ritme kehidupannya. Ia akan memandang masalah ini sebagai problem sementara dan bukan momok seumur hidup yang perlu ditakuti.

3. Cari dukungan

Ayah dan Bunda sama-sama punya hati, kan? Itu tandanya akan ada saat-saat di mana Ayah akan merasa down seperti halnya perasaan perempuan. Jadi beri ruang agar Ayah dapat bergaul dan mencari dukungan positif atas kemelut hatinya. Perempuan yang memiliki hati lembut pasti dapat menenangkan kegalauan Ayah. Namun ada saat-saat tertentu si Ayah membutuhkan orang-orang yang dapat meng-upgrade diri dari sisi maskulinnya agar dapat lebih enjoy dalam melakukan perannya sebagai kepala keluarga.

4. Insulin mental dari sang ahli

Jika langkah sederhana pada tiga poin di atas tidak juga membantu, saatnya Ayah mendatangi ahli jiwa. Orang-orang ini akan meng-observasi secara intens, untuk mencari akar permasalahannya. Lalu mendampingi prosesnya hingga ketemu solusi yang pas.

Jadi bisa dibayangkan ya, tugas Ayah juga seberat tugas sang Ibu. Yuk saling melengkapi dan mendukung. Orangtua terbaik untuk putra putrinya adalah Ayah Ibu yang kompak, bukan? Lalu, kira-kira apa sih yang dapat Bunda lakukan untuk meringankan beban Ayah?

1. Olahraga bersama

Belakangan ini ada istilah brain gym. Tentu Bunda sudah mendengarnya, kan? Brain gym atau senam otak memiliki definisi yang kuat bila diterjemahkan secara ilmiah. Tubuh yang aktif bergerak akan membuat otak bekerja secara optimal. Bahkan tidak hanya itu, gerakan-gerakan ini akan memberi energi, mengalihkan problem sementara dan menyehatkan tubuh. Jadi tidak salah ya, jika Bunda mengatur waktu untuk melakukan olahraga bersama.

2. Menjaga pola makan Ayah

Apa yang Ayah makan akan mempengaruhi metabolisme tubuhnya. Jika Ayah mengonsumsi makanan yang sehat, secara otomatis akan mempengaruhi kebugaran tubuh dan rileks-nya pikiran. Jadi tidak salah ya, jika Bunda mulai merencanakan jenis makanan yang perlu dipantang dan yang sebaiknya diperbanyak untuk dikonsumsi.

3. Menjelajahi hobi bersama

Bunda pasti tahu keasyikan apa yang bisa membuat Ayah lupa diri. Nah hal ini bisa Bunda manfaatkan. Jika selama ini Ayah bisa lupa diri, bukan tidak mungkin hal semacam ini pun dapat membuat Ayah melupakan beban-beban yang menghimpitnya. Hobi tidak selalu mahal, kan? Berkaraoke, main catur, tanding badminton, atau apapun yang bisa membuat Ayah bahagia, ya, lakukan saja Bund. Sesekali menjadi istri yang maskulin tidak salah, kan?

4. Tertawa

Ha ha ha. Bagaimana kelihatannya, asik tidak Bund?

Melihat Ayah yang depresi secara otomatis akan mempengaruhi susana jiwa Bunda juga, kan? C'mon wake up! Sesekali melakukan hal konyol bersama pasangan, sepertinya bukanlah ide yang buruk. Membaca komik, menonton cerita komedi, melakukan hal yang sama-sama tidak dikuasai, bereksperimen dan sebagainya, bisa Bunda lakukan agar suasana terasa lebih cair dan tidak monoton.

5. Menciptakan komunikasi yang efektif

Pemicu stres memang beragam ya, Bund. Tapi bisa jadi faktor yang menyebabkan stresnya Ayah adalah komunikasi yang gagal terhadap Bunda. Duduk bersama, berbincang, berbagi cerita dan bercengkrama tentu dapat melepaskan molekul-molekul depresan penyeban stres.

Jika selama ini mengalami kebuntuan komunikasi, cobalah untuk menitikberatkan fokus mendengarkan yang Ayah katakan, dan bukan pada apa yang Bunda pikirkan. Toh manusia diciptakan dengan dua telinga dan satu mulut, kan? Ini sabda alam. Simbolis yang seharusnya tidak luput dari pandangan kita. Bahwa perlu lebih banyak mendengar daripada berbicara. Setidaknya dengan mendengar Bunda dapat melihat dunia lebih luas daripada sekedar membagikan sedikit hal yang Bunda ketahui.

6. Cukup tidur

Bisa dikatakan poin ini merupakan pilar penting dalam kehidupan. Sebab kurang tidur dapat membuat stamina seseorang drop, mental down, pikiran ngawur dan mudah Emosi. Jadi tidak ada salahnya jika Bunda memastikan bahwa Ayah dapat istirahat dengan tenang.

Bunda dapat menciptakan ruangan yang kondusif dengan menjaga kerapihan dan kebersihan kamar misalnya. Atau Bunda juga dapat menambahkan aroma therapy atau pengharum ruangan yang pas. Iringi juga penghantar tidur dengan musik yang lembut. Membawakan segelas susu hangat juga dapat menjadi alternatif yang baik. Dengan melakukan hal-hal seperti ini, siapa tahu tidur Ayah akan lebih nyenyak. Tidur yang berkualitas tentu dapat menciptakan mood yang baik untuk Ayah. Bunda setuju?

Nd then, semoga serangkaian tips di atas bisa menciptakan mood yang lebih baik untuk Ayah, ya! Bagaimana, apakah Bunda siap menerapkannya dalam keseharian?

2 komentar:

  1. Mbak Indah, artikelnya yang ini bagus. DIrepost di Rocking Mama dong :)
    Makasih ya.

    BalasHapus

Hai, terima kasih atas kunjungannya. Tinggalkan jejak ya :)