Pernah terbayang kah memiliki pasangan yang bersifat Mansplaining? Atau jangan-jangan di lingkup pekerjaan dan sekolah, kamu kerap berhadapan dengan pria berkarakter seperti ini? Pasti menyebalkan sekali ya!
Mansplaining bisa diartikan sebagai sikap seorang pria yang merasa superior di bidang tertentu.
Kebiasaan ini ditunjukkan dengan caranya yang kerap mendominasi pembicaraan, menjelaskan segala sesuatu secara detil dan terus menggurui apa pun yang kita lakukan, seolah hanya dia yang mengerti segalanya.
Selain mengganggu, sikap seperti ini dapat membuatmu tidak percaya diri, stuck dan akhirnya malah mengalami kemunduran. Jika lingkup ini terjadi pada pasangan, mungkin cara termudahnya dengan memberi penegasan bahwa kamu mengerti. Atau katakan saja secara langsung bahwa ini bukan pertama kalinya kamu melakukan kegiatan yang "diceramahinya."
Misalnya di saat kamu mau memasak. Tiba-tiba pasanganmu kembali menjelaskan bahwa untuk memasukkan bumbu harus menunggu sampai minyaknya panas, dan menumisnya pun harus dengan api besar supaya rasanya tetap garing.
Sebagai ibu rumah tangga pasti telingamu seakan mendengar mercon yang meledak di atas genteng. Seolah ini baru pertama kalinya kamu turun ke dapur. Setiap mau masak terus diajari dengan hal-hal yang tidak seharusnya dijelaskan. Memang sungguh mengherankan ya, toh kemarin-kemarin pasangan sampai manggut-manggut saat mencicipi hidangan yang sama, dari buatan tanganmu. Berarti masakanmu enak dan dia menikmatinya!
Jika kondisinya seperti ini, maka tak perlu panjang lebar menjelaskannya. Karena dikhawatirkan emosimu sedang tidak stabil. Katakan saja dengan santai "Aku mengerti sayang, ini bukan masakan pertamaku, kan?" Jika kamu mengucapkan kalimat ini, maka kemungkinan besar pasanganmu langsung meninggalkan dapur dan meluncur ke ruang tamu, karena tidak tahu harus menjawab apa.
Nah jika Mansplaining ini terjadi di dunia kerja bagaimana? Bolehkah kamu langsung mematahkan argumennya begitu saja? Misalkan di saat sedang asik-asiknya mendengar presentasi dalam rapat, tiba-tiba seorang karyawan memonopoli pembicaraan dan si presenter pun tersingkir dengan sukses! Jika sudah begini maka bisa dipastikan bahwa karyawan tersebut bukannya terlihat pintar tapi malah terkesan sok tahu.
Atau ketika kamu sedang fokus-fokusnya menyelesaikan tugas, si Mr. Mansplaining ini malah menceramahimu, dengan hal-hal yang sama sekali tidak berkorelasi dengan kabutuhanmu. Atau bisa saja sesuai kebutuhan, tapi kamu sudah mengerti dengan jelas harus melakukan apa. So, jadi buang-buang waktu saja, kan? Berikut cara mengatasinya!
1. Bereaksi secepat mungkin
Saat kamu mulai melihat gejala Mansplaining sebaiknya segera katakan "Maaf, saya sudah mengerti." Sebenarnya bisa juga kamu pasang dengan wajah sinis. Tapi penegasan dalam bentuk kalimat akan jauh lebih efektif, karena lawan bicara tidak perlu menganalisa ekspresimu dan menerka-nerka penyebabnya.
2. Mematahkan argumennya dengan cara unik
Ingin melawan Mansplaining saat di rapat? Sebaiknya berlatihlah menyampaikan ide dan gagasan dengan cara berbeda. Kamu bisa menggunakan file, video, grafik, tabel, ataupun gambar-gambar menarik, yang sesuai dengan topik dalam rapat tersebut. Intinya patahkan argumennya dengan cara yang tidak biasa, ya.
3. To the point
Saat terpaksa harus berhadapan dengan si Mainsplaining ini, katakan dengan singkat, padat dan jelas bahwa kamu akan bekerja secara kooperatif dan sangat terganggu dengan sikap Mainsplainingnya. Kamu juga bisa menjelaskan dampak buruk dari sikapnya terhadap pekerjaanmu. Kemudian mintalah agar ia mengubah cara bicaranya agar tak terkesan menggurui dan merendahkan lagi.
Memang terdengar kejam ya cara ini. Tapi Mansplaining adalah karakter. Ia akan tetap ada bila tidak ada yang memeringatinya.
4. Abaikan saja
Cara ini akan sangat efektif untuk orang-orang yang santai dan cuek. Namun jika kamu tidak termasuk dalam pribadi yang berkarakter seperti ini, cobalah untuk mengabaikannya sebisa mungkin! Atur mindset bahwa hal-hal seperti ini tidak akan mengubah apa pun. Kamu adalah dirimu sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihanmu. Dan kamu bukanlah seonggok wacana seperti penafsirannya. Jangan biarkan hal yang tidak bermanfaat ini membuat harimu menjadi tidak berguna, ya! Mari bersinergi!






Pernah sih berhubungan kerja dengan tipe mansplanning. Bete banget deh. Kalau bukan karena kerjaan, rasanya pingin kabur aja :(
BalasHapusNah aku juga mengalami mba, orang terdekat. Hihihi
HapusAlhamdulillah sudah lewat ya mba nova :)