Coreta Rasa! Blog yang berceloteh tentang opini pribadi, bukan pandangan umum. Bebas, lepas, tanpa tujuan.

Ketika Etika tak Berestetika!

Lucunya panorama dunia ini. Banyak bait yang mengelu-elukan kemolekan etika. Tapi penerapannya nol. Ah! Timpang.

Kadangkala ekspektasi seseorang terhadap orang lain terlalu tinggi. Mereka berharap mendapat pelayanan super dengan sikap sekedarnya.

Dalam arti seperti ini, ada orang-orang yang lupa saat tidak butuh apa-apa. Seperti tak kenal, tak ada kabar dan tak berjejak. Lalu saat Ia butuh bantuan, tiba-tiba datang nd say to the point tanpa sungkan. Saat dapat, si penolong serasa bagai malaikat di matanya.

Sumber foto : Google

Sekali, dua kali dan seterusnya dapat bantuan. Wah bukan main hujaman pujian dan sikap baik terpapar. Tapi di suatu waktu, di saat si penolong tak mampu lagi membantu, seketika hujaman cacian berlimpah. Seolah tak ada budi selama ini. Langsung lah semua terlihat buruk. Karena nila setitik rusak susu sebelanga. Ah, dunia!

Rait, bagaimana jika kamu berada di posisi si penolong?


  • Ada baiknya realistis. Bantu lah orang-orang yang memang butuh pertolongan bahkan mendekati krisis. Dengan demikian kamu akan memiliki ikhlas hati untuk berbuat baik. Tidak mengharap timbal balik ataupun penghargaan.
  • Tegas pada diri. Kamu bukan malaikat. Punya kebutuhan diri. Jika niatmu membantu hanya karena tidak enak, ya abaikan saja. Don't do!
  • Lihat karakter deh. Yang kamu bantu itu siapa? Jangan-jangan bantu enggak bantu sama aja! Buang-buang waktu kan?


Nah, jika kamu berada di posisi yang butuh pertolongan. Plis! Silaturahmi dijaga dulu. Okay?


  • Jangan slonong boy. Jangan merasa berhak atas rejeki orang lain. Dia lebih karena berupaya ekstra. So, minta lah baik-baik dan realistis lah di saat keinginanmu tidak terpenuhi. Dia berhak memutuskan mau membantumu atau tidak.


Nah, finally, ini yang saya katakan ketika etika tak berestetika. Sudah dijaga-jaga. Disayang-sayang, bahkan ditimang-timang, tapi begitu berkendala jadi tak indah lagi!

Yuk, lebih bijak menyikapi masalah dan bersikaplah proporsional. Setuju?

8 komentar:

  1. suka dengan nasehatnya mba lin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi merasa songong nih, serasa menggurui.. haha
      Makasih mas zulham sudah mau mampir :)

      Hapus
  2. Curhatan yang mengalir lembut, seperti membaca sebuah nasihat yang menyejukan ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe makasih mba santi, kalimatmu juga menyejukan :)

      Hapus
  3. Setuju!
    Unggah-ungguh dan tata krama.
    Keren tulisannya, jaga trs semangat ini hingga 4 bln kedepan

    BalasHapus

Hai, terima kasih atas kunjungannya. Tinggalkan jejak ya :)